SELAMAT DATANG DI SITUS SUMBER INSPIRASI

BERBAGI DENGAN ANDA, MENGINFORMASIKAN HAL YANG BERMANFAAT

Rabu, 29 Februari 2012

MAKALAH BAHASA INDONESIA

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT , karena dengan petunjuk dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia tentang “ Pentingnya Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar”. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Salma Sunaiyah, S.Ag M.Pd., selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang turut membantu dalam penyelesaian makalah ini.
2. Teman – teman mahasiswa prodi pendidikan agama Islam tahun angkatan 2009 kelas C, yang turut memberi dukungan pada kami dalam penyelesaian makalah ini.
Kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya para remaja generasi muda yang harus tetap menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional, dan bukan sebagai simbol saja.
Kami mengakui bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kami menerima kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki makalah kami yang berikutnya.
PENULIS
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar …………………………………………………………… 2
Daftar Isi …………………………………………………………… 3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………………… 4
B. Rumusan Masalah …………………………………………………… 4
C. Tujuan Penelitian …………………………………………………… 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar …………………………… 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan …………………………………………………………… 9
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan seharusnya kita menggunakannya dalam kegiatan sehari – hari. Selain itu menggunakan bahasa Indonesia harus dengan baik dan benar, bukan dicampur adukkan dengan bahasa daerah, bahasa asing dan bahasa “ gaul “. Dalam hal ini media berpengaruh kuat kepada masyarakat dalam berbahasa. Tetapi pada kenyataannya, media justru menampilkan atau menulis berita yang cenderung menggunakan bahasa Indonesia “ dicampur “ bahasa gaul, bahkan bahasa asing.
Dewasa ini pemakaian bahasa Indonesia semakin hari semakin kacau, dan belum ada lembaga pemerintahan dan masyarakat yang memberikan perhatian terhadap masalah ini. Apabila penggunaan bahasa Indonesia kian hari terus tergeser oleh bahasa asing atau bahasa daerah, maka posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional akan terlupakan oleh masyarakat Indonesia.
A. Rumusan Masalah
Bagaimanakah berbahasa Indonesia yang baik dan benar ?
A. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Sebagai rakyat Indonesia sudah seharusnya kita menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari- hari. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat penting di Negara Indonesia. Dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, berarti telah menjunjung tinggi bahasa persatuan seperti yang diikrarkan dalam sumapah pemuda.
Pemakaian bahasa Indonesia semakin hari semakin kacau. Tetapi tidak nlembaga pemerintah atau masyarakat yang memberikan perhatian terhadap kekacauan ini. Sebagai contoh, seorang pengarang buku Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia, Abdul Chaer. Beliau dengan jelas menguraikan cara penggunaan kaidah- kaidah umum bahasa Indonesia, agar pembaca memperoleh kemampuan berbahasa Indonesia baik secara tertulis maupun lisan. Tetapi pada kenyataannya, media elektronik dan media cetak cenderung memakai bahasa Indonesia tanpa memperhatikan kaidah – kaidah tersebut.[1]
Sebagian besar masyarakat masih menggabungkan penggunaan bahasa daerah dengan bahasa Indonesia, terutama bahasa daerah dari tempatnya berasal. Kemunculan bahasa seorang anak berkaitan dengan bahasa pertama yang diperoleh dari orang terdekatnya atau dapat dikatakan orang tua yang mendasari latar belakang budaya anak tersebut. Selain itu, lingkungan tempat anak berkembang juga sangat mempengaruhi bahasa seorang anak.[2]
Contoh ungkapan berbahasa Indonesia dengan warna bahasa daerah yang seharusnya kita hindari adalah :
A.
1. Saya ucapkan sugeng rawuh kepada Bapak Bupati
2. Silahkan dhahar seadanya
Penuturan yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia adalah :
1. Saya ucapkan selamat datang kepada Bapak Bupati
2. Silahkan makan seadanya
Banyak masyarakat Indonesia yang kurang mengetahui bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Adapun penyebab orang sudah jarang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah :
1.
1. Terjadinya dwi bahasa
Bahasa daerah masih menjadi komunikasi resmi terutama pada masyarakat pedesaan sehingga rasa cinta terhadap bahasa Indonesia harus terkalahkan oleh bahasa daerah.
1.
1. Terjadinya globalisasi
Dengan adanya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, maka banyak orang menyelipkan bahasa Inggris dalam berbahasa. Contohnya bahasa Indonesia gaya MTV yang lebih banyak kata- kata Inggrisnya daripada kata- kata Indonesianya. Selain itu, penguasaan bahasa Inggris yang baik dapat menjanjikan kedudukan, status sosial, dan tingkat ekonomi yang lebih baik daripada hanya menguasai bahasa Indonesia saja. Di tempat- tempat umum sudah jarang sekali ditemukan plang yang berbahasa Indonesia. Semuanya hampir memilih menggunakan bahasa Inggris, misalnya, open untuk buka, closed untuk tutup, welcome untuk selamat datang, push untuk dorong, dan lain- lain.
1.
1. Munculnya bahasa gaul
Dewasa ini pemakaian pemakaian bahasa Indonesia yang baik ndalam kehidupan sehari – hari mulai bergeser dan digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang lebih dikenal dengan “ bahasa gaul “. Bahkan dalam situasi resmi pun bahasa gaul kadang muncul sehingga mengakibatkan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baik dan tidak benar. Misalnya, gue ( aku, saya ), elo ( kamu ), emang gue pikirin ( aku tidak peduli ), bokap, nyokap ( ayah, ibu ), dan sebagainya.
1.
1. Tidak memasyarakatnya bahasa Indonesia di kalangan remaja
1.
1. Struktur bahasa Indonesia yang kurang dipahami
1.
1. Kurangnya pengaplikasian bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan formal seperti sekolah
1.
1. Banyak orang yang menganggap bahasa Indonesia itu tidak modern
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya dalam situasi nonformal seperti di warung, di pasar, di rumah dan lain- lain hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat. Contohnya, “ Berapa nih, Bu, bayemnya ? “.
Sedangkan pada situasi formal seperti kuliah, seminar, rapat dan lain- lain, menggunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal serta memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, seperti kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah – kaidah bahasa kurang ditaati, maka pemakaian bahasa Indonesia tersebut tidak benar atau tidak baku. Jadi, berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan juga mengikuti kaidah bahasa yang benar.[3]
Jika kita berbahasa benar belum tentu baik untuk mencapai sasarannya, begitu juga sebaliknya. Jika kita berbahasa baik, belum tentu harus benar, kata benar dalam hal ini mengacu kepada bahasa baku. Contohnya, kita melarang anak kecil naik ke atas meja, “ Hayo adek, nggak boleh nauk ke meja, nanti jatuh!” Akan terdengar lucu jika menggunakan bahasa baku, “ Adik tidak boleh naik ke atas meja, karena nanti engkau bisa jatuh!”.
Untuk itu ada baiknya kita tetap harus selalu berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang berarti pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebaliknya mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.[4]
Berbahasa Indonesia yang baik dan benar memiliki fungsi sebagai berikut :
A.
1. Fungsi pemersatu kebhinekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas- batas kedaerahansehingga mampu membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa Indonesia
A.
1. Fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulandengan bangsa lain
A.
1. Fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikandan yang terpelajar
A.
1. Fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya pemakaian bahasa sehingga memberi kesadaran adanya aturan baku dan layak dipatuhi.
Agar berbahasa Indonesia yang baik dan benar dapat digunakan dalam berkomunikasi di lingkungan masyarakat, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain sebagai berikut :
1. Menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis pembinaan bahasa
Dunia pendidikan yang syarat pembelajarannya dengan media bahasa, menjadikan bahasa sebagai alat komunikasi primer. Pembelajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar dimulai dari lingkungan rumah dan di sekolah mulai dari taman kanak- kanak sampai perguruan tinggi. Jika penggunaan bahasa yang baik dan benar sudah diterapkan sejak kecil di lingkungan formal, maka orang- orang akan berbahasa yang baik dan benar dalam berkomunikasi.
2. Perlunya pemahaman terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar
Secara umum, perlu adanya kesesuaian antara bahasa yang dipakai dengan tempat berbahasa. Oleh karena itu, pemahaman dalam berbahasa sangat diperlukan agar orang mengetahui bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Menjunjung tinggi bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pertama dan utama di Negara Republik Indonesia. Bahasa daerah bertugas sebagai penunjang bahasa nasional, sumber bahan pembantu pengembangan bahasa nasional.[5]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemakaian bahasa Indonesia semakin hari semakin kacau. Dalam berbahasa Indonesia, masyarakat cenderung mencampur adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah atau bahasa asing. Padahal dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, dalam situasi formal maupun non formal, harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku dan norma kemasyarakatan yang berlaku.
Selain itu, dewasa ini banyak media cetak atau elektronik yang menggunakan bahasa remajaatau dikenal dengan bahasa gaul, sehingga status bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalsemakin terlupakan oleh masyarakat.
Penyebab orang sudah jarang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah :
1. Terjadinya dwi bahasa
2. Terjadinya globalisasi
3. Munculnya bahasa gaul
4. Tidak memasyarakatnya bahasa Indonesia di kalangan remaja
5. Struktur bahasa Indonesia yang kurang dipahami
6. Kurangnya pengaplikasian bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan formal seperti sekolah
7. Banyak orang yang menganggap bahasa Indonesia itu tidak modern
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat digunakan dalam berkomunikasi di lingkungan masyarakat, antara lain :
1. Menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis pembinaan bahasa
2. Perlunya pemahaman terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar
3. Menjunjung tinggi bahasa Indonesia
DAFTAR PUSTAKA
http://kaharcinere.blog.mediaindonesia.com/2009/08/26/bahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar/
http://pelitaku.sabda.org
http://neztyara.blogspot.com/2009/11/menggunakan-bahasa-indonesia-yang-baik.html
http://yunigeminie.ngeblogs.com/2009/09/29/penggunaan-bahasa-indonesia-di-kalangan-remaja/
________________________________________
[1] http://kaharcinere.blog.mediaindonesia.com/2009/08/26/bahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar