SELAMAT DATANG DI SITUS SUMBER INSPIRASI

BERBAGI DENGAN ANDA, MENGINFORMASIKAN HAL YANG BERMANFAAT

Jumat, 29 Oktober 2010

puisi guru


Aku seorang guru.

Lihatlah...seharian,
aku telah diminta menjadi seorang aktor,
teman, penemu barang hilang, psikologi,
pengganti orang tua, penasihat,
hakim, pengarah, motivator,
dan pembimbing ruhani murid-muridku..

Meski tersedia peta,
grafik, formula, kata kerja, cerita dan buku.
Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan,
karena murid-muridku sebenarnya hanya mempunyai diri mereka sendiri untuk belajar,















Cinta Guru
Setiap masuk kelas Ia bawa hal baru
Hingga murid slalu menunggu-nunggu
Tak pernah datang terlambat
Aturan waktunya sungguh akurat
Pelajaranpun penuh dengan variasi
Dengan beragam macam aksi
Teriakan, tepuk tangan dan tawa
Yel-yel dan nyanyian bergema
Memberi semangat pada semua
Memberi dorongan untuk mencoba
Dengannya kelas jadi bernyawa
Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda



















Puisi Untuk Guru
Orang kata guru itu penat
Gaji tak seberapa kerja berlambak
Aku kata guru itu rehat
Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat
Kerja sekerat-sekerat pahala penuh sendat
Ilmu yang dicurah tak dapat disekat
Makin dicurah makin mendekat

Orang kata guru itu sungguh bosan
Setiap tahun muka sama setiap bulan
Aku kata guru itu singguh riang
Sekali berkata murid ketawa girang
Bila berjaya murid terus menjulang
Jasa bakti tak pernah hilang


















EKUNTUM BUNGA UNTUK GURU-GURU TERCINTA
Allah ciptakan matahari,
yang tak pernah bosan bersinar,
seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami,
wahai guruku......

Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan berbagai ilmu

Allah ciptakan bintang dimalam hari sebagai penghias,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu menghiasi hari-hari kami dengan begitu indahnya.

Allah ciptakan bunga yang begitu harum,
seperti halnya engkau bu guru yang telah memberikan keharuman pada hari-hari kami,
selama kami bermain dan belajar disekolah.


















PAHLAWAN TANPA LENCANA

Pagi yang indah deruan angin menerpa wajah
Dingin menyelimuti langkah penuh keikhlasan
Renungan hanya untuk sebuah kejayaan
Berfikir hanya untuk sebuah keberhasilan
Tiada lafaz seindah tutur katamu
Tiada penawar seindah senyuman mu
Tiada hari tanpa sebuah bakti
Menabur benih kasih tanpa rasa lelah

Hari demi hari begitu cepat berlalu
Tiada rasa jenuh terpancar di wajah mu
Semangat mu terus berkobar
Memberikan kasih sayang tiada rasa jemu

Jika engkau akan melangkah pergi
Ku tau  langkahmu penuh pengorbanan
Jika dirimu telah tiada dirimu kan selalu di kenang
Kau adalah pahlawan tanpa lencana.
(saifuddin usman@REVO-Srikand FM)
















GURUKU

Suci dan iklas pemberian mu
Dari kami buta menjadi tau
Suci dan ikhlas pengorbanan mu
tiada ternilai jasa baik mu

Engkau laksana lampu dalam kegelapan
Yang menerangi alam kalbuku
Engkau bagaikan angin
Yang selalu berbisik tentang kebaikan

Namamu selalu bergelora
Dalam hatiku
Jasa dan benih yang engkau tanam
Kini telah tumbuh bersemi

Terpujilah engkau wahai guruku pahlawan hidupku
(Saifuddin Usman@REvo feat Teuku-Srkandi FM)



















BINTANG

Kupandang diatas awan ku tau bintang melambai
Ku ulur tangan menggapai tetapi tiada sampai
Ku tau bintang menunggu namun apa dayaku
Ku hanya mampu menatap didalam tatapan sayu

Bintang jangan kau menangis
Bintang jangan kau bersedih
Tiada mampu ku kesana
Walau sudah ku rencana…..bintang……..

Cahayamu  indah menerangi buana
Pesonamu membuat ku bersinar
Gemerlap mu membuatku haru dalam keremangan
Idahmu tiada bandingan

Mendung berarak perlahan
Ingin memisahkan ku dari cahayamu
Ku hanya mampu berdo’a mendung cepat berlalu
Bintang tetap bersinar walaupun jauh dari pandangan.

http://www.4shared.com/

makalah sejarah akuntansi di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

Akuntasi sering di sebut “bahasa bisnis” / “Bahasa dari keputusan – keputusan keuangan”. karena ia merupakan media komunikasi bagi pihak – pihak yang memerlukannya.
Ada dua (2) pihak yang memerlukan akuntansi, yaitu :
-          Pihak intern (mereka / pihak – pihak yang menyelenggarakan usaha atau disebut pimpinan perusahaan/ manajemen).
-          Pihak ekstern (pihak – pihak yang berkepentingan dengan suatu usaha atau perusahaan.seperti :
1. Pemilik perusahaan.
2. Kreditor. (orang atau badan yang memberikan pinjaman kepada perusahaan
    dalam bentuk uang atau barang).
3. Investor.(orang atau badan yang menanamkan modal pada suatu perusahaan).
4. Instansi Pemerintah (Misalnya : Kantor Pelayanan Pajak,Badan Pengembangan
    Pasar Modal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan).
5. Akuntansi Nir Laba (Misalnya : Rumah Sakit , Badan – badan pemerintah , dan
    sekolah – sekolah yang beroperasi untuk tujuan yang tidak menghasilkan laba
               dan biasanya berurusan dengan :

-Pembayaran gaji ;
-Pembayaran sewa ; dan
-Lain – lain yang semuanya berasal dari sistem akuntansi.
6. Karyawan.
7. Masyarakat.
8. Para pemakai Lainnya (Misalnya : para pekerja dan serikat buruh).


Dari 2 penggolongan pemakai antara pemakai / pihak intern maupun pihak ekstern ini menyebabkan terjadinya pembagian akuntansi menjadi dua bagian yaitu :
1.      Akuntansi Keuangan (Memberikan informasi pada pihak – pihak di luar perusahaan  yang bukan merupakan bagian dari manajemen perusahaan sehari – hari. Misalnya : Kreditur, Investor, Masyarakat, dan Pemerintah).
2.      Akuntansi Manajemen (Menghasilkan informasi pada pihak pengambil keputusan di dalam organisasi. Pihak itu adalah pimpinan perusahaan / Manajemen).
B. Tujuan Penulisan.
-          Untuk memenuhi Tugas yang diberikan oleh Dosen.
-          Untuk mengetahui sejarah akuntansi




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Perkembangan Akuntansi di dunia
Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung dan membuat suatu catatan, yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada abad XV terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan orang waktu itu memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik, sehingga dengan demikian akuntansi juga mulai berkembang.
Setelah itu perkembangan akuntansi juga ditandai dengan adanya seorang yang bernama Lucas Pacioli pada tahun 1494, ahli matematika mengarang sebuah buku yang berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Propotionalita, di mana dalam suatu bab berjudul Tractatus de Computies et Scriptoris yang memperkenalkan dan mengajarkan sistem pembukuan berpasangan yang disebut juga dengan sistem kontinental.
Sistem berpasangan adalah sistem pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debet dan kredit. Kemudian kedua bagian ini diatur sedemikian rupa sehingga selalu seimbang. Cara seperti ini menghasilkan pembukuan yang sistematis dan laporan keuangan yang terpadu, karena perusahaan mendapatkan gambaran tentang laba rugi usaha, kekayaan perusahaan serta hak pemilik.
Pertengahan abad ke 18 terjadi revolusi industri di Inggris yang mendorong pula perkembangan akuntansi, di mana waktu itu para manajer pabrik misalnya, ingin mengetahui biaya produksinya. Sebab dengan mengetahui berapa besar biaya produksi mereka dapat mengawasi efektifitas proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan itu berkembanglah akuntansi dengan bidang khusus yaitu akuntansi biaya. Akuntansi biaya memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi manajemen.





B. Sejarah  Akuntansi di Indonesia

Akuntansi di Indonesia pada awalnya menganut sistem kontinental, seperti yang dipakai di Belanda saat itu. Sistem ini disebut juga dengan tata buku yang sebenarnya tidaklah sama dengan akuntansi, di mana tata buku menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sedangkan akuntansi menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal seperti kegiatan analisis dan interpretasi berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi.

Perkembangan selanjutnya tata buku sudah mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia perusahaan atau orang semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman modal asing di Indonesia yang membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi, karena sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat (Anglo Saxon). Penyebab lain sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan ilmu akuntansi itu di Indonesia.
Saat ini sistem Anglo Saxon semakin populer di Indonesia baik dalam pendidikan akuntansi maupun dalam praktek dunia bisnis.

Perbedaan Akuntansi Sistem Kontinental dengan Anglo Saxon:

undefined
Zaman Kolonial

Pada waktu orang-orang Belanda datang ke Indonesia kurang lebih abad ke-16, mereka datang dengan tujuan untuk berdagang. Kemudian mereka membentuk perserikatan Maskapai Belanda yang dikenal dengan nama Vereenidge Oost Indische Campagnie (VOC), yang didirikan pada tahun 1602. Akhir  abad ke-18 VOC mengalami kemunduran dan akhirnya dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. Dalam kurun waktu itu, VOC memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan secara paksa di Indonesia, dimana jumlah transaksi dagangnya, baik frekuensi maupun nilainya terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun itu bisa dipastikan Maskapai Belanda telah melakukan pencatatan atas mutasi transaksi keuangan.

Dalam hubungan itu, Ans Saribanon Sapiie (1980), mengemukakan bahwa menurut Stible dan Stroomberg, bukti autentik mengenai catatan pembukuan di Indonesia paling tidak sudah ada menjelang pertengahan abad ke-17.


Zaman Penjajahan Belanda

Setelah VOC bubar pada tauhn 1799, kekuasaannya diambil alih oleh Kerajaan Belanda,zaman penjajahan Belanda dimulai tahun 1800-1942. Pada waktu itu, catatan pembukuannya menekankan pada mekanisme debet dan kredit, yang antara lain dijumpai  pada pembukuan Amphioen Socyteit bergerak dalam usaha peredaran candu atau morfin (amphioen) yang merupakan usaha monopoli di Belanda.

Catatan pembukuannya merupakan modifikasi system Venesia-Italia, dan tidak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan system pencatatan karena kondisinya sangat menekankan pada praktik-praktik dagang yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda.
Hadibroto (1992) mengikhtisarkan system pembukuan asal etnis sebagai berikut.
System pembukuan Cina, terdiri dari lima kelompok, yaitu
-         System Hokkian (Amoy);
-         System Kanton;
-         System  Hokka;
-         System Tio Tjoe atau System Swatow;
-         System gaya baru.
System pembukuan India atau system Bombay
System pembukuan Arab atau Hadramaut
Zaman Penjajahan Jepang
Pada masa penjajahan Jepang 1942-1945, banyak orang Belanda yang ditangkap dan dimasukkan  kedalam sel-sel oleh tentara Jepang. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja pada jawatan-jawatan negara termasuk Kementrian Keuangan. Untuk mengatasi hal tersebut, diadakan latihan pegawai dan kursus-kursus pembukuan pola Belanda.

Sejalan dengan itu, kondisi pembukuan pada masa pendudukan Jepang tidak mengalami perubahan. Jepang juga mengajarkan pembukuan dengan menggunakan huruf Kanji, namun tidak diajarkan pada orang-orang Indonesia.
Zaman Kemerdekaan

System akuntansi yang berlaku awalnya di Indonesia  adalah system akuntansi Belanda yang lebih dikenal system tata buku. Setelah pada tahun 1950-an perusahaan milik Belanda dinasionalisasi dan modal asing pun mulai masuk, terutama dari Amerika yang juga membawa system akuntansinya sendiri yang harus diikuti perusahaan miliknya di Indonesia. Pada saat yang sama, perusahaan yang ada masih tetap menigkuti system akuntansi Belanda yang sudah mapan. Sejak saat ini muncullah dualisme system akuntansi di Indonesia.

Pada tahum 1980 atas bantuan pinjaman dari World Bank, pemerintah Indonesia melakukan upaya harmonisasi system akuntansi sehingga diupayakan untuk menghapus dualisme tadi sehingga berakhirlah dualisme system akuntansi di Indonesia.

Standar Akuntansi Indonesia
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), yaitu wadah wadah organisasi profesi akuntansi di Indonesia, berdiri di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957. IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada tahun 1973, dengan maksud antara lain: menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di Indonesia dan sebagai prasarana bagi terbentuknya pasar uang dan modal di Indonesia pada waktu itu, laporan keuangan dari perusahaan yang akan go public, harus disusun atas dasar prinsip-prinsip akuntansi tersebut.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Sebelum dikeluarkannya UU No. 34/1954 tentang Gelar Akuntan , semua orang dapat menyatakan dirinya selaku akuntan dan memakai gelar akuntan. Dengan dikeluarkannya UU tersebut maka pemerintah mengatur mereka yang berhak memakai gelar akuntan hanyalah mereka yang lulus  dari Fakultas Ekonomi Negeri Jurusan Akuntansi dan Swasta yang disamakan, diatur oleh panitia Persamaan Ijasah Akuntan. Dengan semakin banyaknya fakultas ekonomi swasta maka pemerintah bersama IAI mengatur pelaksanaan Ujian Negara Akuntan. Pelaksanaan ujian ini terus dibenahi sampai pada akhirnya lulusan negeri dan swasta diwajibkan harus mengikuti ujian yang sama jika ingin mendapatkan gelar akuntan.






DAFTAR PUSTAKA

Jumat, 15 Oktober 2010

proposal pak

Pengaruh Pendidikan Agama Kristen terhadap Pertumbuhan Iman Anak
Abstrak
Dengan pertumbuhan iman anak kepada Tuhan merupakan dambaan setiap   orang tua dalam kehidupannya. Untuk mencapai iman yang demikian. banyak usaha yang ditempuh setiap orang untuk membentuk dan membangun imannya.
Dalam kehidupan  masyarakat pada zaman sekarang, salah satu kesempatan untuk membina dan membangun kepribadian yang bertumbuh dalam iman adalah lembaga keagamaan. Di lingkungan sekolah di Indonesia, terutama di lembaga pendidikan formal, Ada mata pelajaran yang memungkinkan setiap orang untuk memperoleh pengetahuan tentang pembinaan dan peinbangunan iman dan pertumbuhannya. Mata pelajaran tersebut adalah mata pelajaran Pendidikan Agama.
Dari   pembahasan   yang   telah dilakukan diketahui bahwa dalam pembinaan   dan  pembentukan kepribadian yang beriman melalui Pendidikan Agama Kristen, guru memegang peranan penting. Peranan guru di sini adalah mengajarkan teori tentang nilai-nilai yang harus diterapkan siswa untuk memiliki kepribadian yangberiman kepada Yesus. Kemudian, guru juga berperan memberi contoh dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai yang diajarkannya tersebut. Dengan demikian, siswa dapat meneladaninya. Selain itu. sebagai seorang pembina, guru juga harus memantau dan mengawasi siswanya dalam menerapkan nilai-nilai kristiani yang telah diajarkannya. Bila ia menemukan kesalahan atau kekurang-tepatan dalam penerapan nilai-nilai tersebut, guru langsung membetulkannya dengan berbagai cara yang dianggap tepat dan memungkinkan siswa tersebut dapat memperbaiki perilakunya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa-siswi SDN Kalisari 07 Jakarta Timur, diketahui bahwa memang guru agama Kristen di sana telah berperan aktif dalam membina dan membangun kepribadian anak yang bertumbuh dalam iman di dalam kehidupan siswa-siswinya. Hal ini diketahui dari hasil penelitian dimana sebagian besar (84%) siswa mengakui telah memiliki ciri-ciri anak yang berhati-hati kepada Allah. Siswa juga mengakui bahwa mereka mapu memiliki sikap dan kepribadian yang demikian karena disamping mengajarkan teori tentang nilai-nilai kristiani Pendidikan Agama Kristen, guru juga memberi contoh dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pemberian contoh dan teladan ini dilakukan guru agama Kristen melalui sikap dan kepribadiannya dalam kehidupan sehari-hari yang selalu disesuaikan dcngan nilai-nilai kristiani yang diajarkannya kepada siswanya.
Sikap dan sistem dalam penerapan Pendidikan Agnma Kristen di SDN Kalisari 07  Jakarta Timur dapat dikembangkan dengan Iebih baik lagi sehingga semua siswanya dapat  memiliki  kepribadian yang baik dan bertanggung jawab  Sebab dengan seluruhnya siswa memiliki kepribadian yang baik dan beriman berarti tujuan pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen terhadap siswa dapat tercapai, yaitu dapat menghasilkan umat kristiani yang beriman kepada Tuhan dan iman mereka tersebut senantiasa direalisasikan dalam kehidupan mereka sehari-hari di dalam masyarakat. Dengan demikian. nama Tuhan semakin dimuliakan di atas muka bum ini.
Peran guru Pendidikan Agama Kristen sangatlah penting dalam membentuk kepribadian anak untuk mewujudkan anak-anak saleh. Dalam Amsal 22:6 Salomo berkata : "Didiklah orang. muda yang menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuapun ia tidak menyimpang dari pada jalan itu”.
Dari hasil penelitian dan pengelolaan data, kesimpulan yang penulis berikan adalah bertolak dari hipotesis dari  peran guru   Pendidikan Agama Kristen dalam pertumbuhan iman anak untuk mewujudkan anak patuh di SDN Kalisari 07 Jakarta Timur. Hasil ini penulis menguji hipotesis melalui metode angket sebagai metode pokok dan wawancara serta observasi sebagai metode pembantu.
BAB I
PENDAHULUAN
Alasan Pemilihan Judul
Dari zaman ke zaman, setiap orang dalam kehidupannya selalu ingin memiliki kepribadian yang baik, sopan, bertatakrama, dihargai dan ingin bahagia dan ingin meraih kesuksesan hidup. Dalam merealisasikan keinginannya tersebut banyakl usaha yang ditempuh  orang.
Ada yang berusaha melalui pergaulan hidup sehari-hari, ada yang melalui pendidikan formal dan non formal. Tetapi jarang sekali yang dapat memberi  hasil seperti yang didambakan setiap orang. Kegagalan ini sering terjadi  karena kenyataan yang ada adalah tempat-tempat yang diharapkan dapat memenuhi keinginan setiap orang tersebut lebih  sering mengutamakan kuantitas pengajaran daripada kualitas. Sebagian besar pendidik hanya sekadar memberi teori tanpa ada usaha untuk mengarahkan dan mengkondisikan pelajarnya untuk membentuk perilaku kehidupannya sesuai dengan yang diajarkan kepadanya. Pendidik berasumsi bahwa dengan menguasai teori, maka dengan sendirinya mampu menerapkannya dalam hidup sehari-hari.
Asumsi guru yang demikian, tidak semua menjadi kenyataan. Sebab banyak orang, terutama anak-anak, sulit memiliki dan menentukan bentuk perbuatan  konkrit dalam merealisasikan pengajaran pendidiknya yang berupa teoritis.
Dalam lembaga pendidikan, sebenarnya ada beberapa mata pelajaran yang memungkinkan setiap orang dapat membangun dan membentuk  perilakunya menjadi perilaku yang sopan, bertatakrama, memiliki nilai-nilai hidup yang berkualitas tinggi, dihargai dan diterima orang lain di sekitarnya. Mata pelajaran tersebut seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, pendidikan Agama, Ilmu Pengetahuan Sosial. Bahkan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi yang baru diberlakukan sekarang, ada satu mata pelajaran khusus untuk membentuk kepribadian siswa, yaitu mata pelajaran Budi Pekerti. Mata pelajaran ini lebih  mengarah pada ajaran moral dan perilaku dalam hidup bermasyarakat di dalam kehidupan sehari-hari.
Di dalam lembaga pendidikan formal mata pelajaran pelajaran Pendidikan Agama Kristen merupakan suatu bidang yang dapat diandalkan untuk membentuk dan membangun pertumbuhan iman bertaqwa kepada Tuhan. Hal ini dapat diketui dari tujuan Pendidikan Agama Kristen seperti yang dikemukakan oleh Calvin dengan mengatakan :
“Tujuan Pendidikan Agama Kristen adalah mendidik semua putra-putri Ibu (gereja) agar mereka dilibatkan dalam penelaahan Alkitab secara cerdas sebagaimana dibimbing oleh Roh Kusus, - diajarkan mengambil bagian dalam kebaktian serta mencari keesaan gereja, - diperlengkapi memilih cara-cara mengejewantahkan pengabdian diri kepada Allah Bapa Yesus Kristus dalam gelanggang pekerjaan sehari-hari serta hidup bertanggung jawab di bawah kedaulatan Allah demi kemuliaan-Nya sebagai lambang ucapan syukur mereka yang dipilih dalam Yesus Kristus”
Selain itu Mata pelajaran ini dapat diandalkan karena dalam Alkitab dikatakan bahwa “Permulaan hikmah adalah takut akan Tuhan, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik” (Mzm 111 : 10). Di dalam Pendidikan Agama Kristen sendiri, setiap siswa diarahkan untuk mengenal Tuhan dan menerimaNya sebagai Tuhannya serta taat kepadanya. Dan untuk dapat taat kepada Tuhan, maka setiap orang harus mengenal perintahnya agar dapat dilakukan. Juga harus memahami larangannya agar dapat dijauhi. Kedua hal ini diketahui dari Firman Tuhan yang tertuang di dalam Alkitab.
Dari pandangan-pandangan di atas diketahui bahwa pengetahuan dan kepandaian yang mendatangkan kepribadian yang luhur adalah pengetahuan dan kepandaian yang berasal dari Tuhan-Nya. Untuk itu, dalam mengajarkan Firman Tuhan ini diperlukan pengajar atau guru yang  sadar betul akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik iman. Sebab guru Pendidikan Agama Kristen mempunyai tanggung jawab membawa muridnya kepada iman yang kokoh dan berkembang menjaga kemurnian pengajar Tuhan dan memimpin murid kepada kebenaran Allah, Ia adalah  saksi Kristus, ia bukan hanya informatory tetapi juga sekalipun motivator, komunikator dan konselor bagi muridnya.
Tetapi fakta yang banyak terjadi sekarang adalah banyak guru agama Kristen kurang memperhatikan dan melaksanakan tugas  dan tanggung jawabnya dengan benar. Banyak guru agama Kristen yang hanya mengajarkan Pendidikan Agama Kristensecara teoritis tanpa peduli apakah siswanya mampu dan mau menerapkannya dalam kehidupan seharu-hari. Penerapan inilah yang menunjukkan seseorang sudah berkepribadian yang luhur dan saleh atau masih belum. Calvin dalam pandangannya di atas  menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen itu selain dipahami secara teoritis juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari gaik dalam bentuk ibadah bersama maupun dalam bentuk kegiatan dalam hidup sehari-hari di dalam masyarakat.
Keadaan pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen yang demikian justru kurang mampu membantu setiap orang berkeinginan untuk mempunyai kepribadian yang luhur, saleh dan beriman yang kokoh kepada Tuhan. Akibatnya banyak yang dilanda kekecewaan dan ketidakmampuan untuk merealisasikan imannya dalam kehidupan bermasyarakat untuk menunjukkan ketaatan dan keimanannya kepada Tuhan.
Kenyataan ini telah berlangsung di banyak sekolah, baik yang berstatus negeri maupun swasta umum dan swasta Kristen. Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di sekolah sebagai pembentukan perkembangan iman serta beriman kepada Tuhan, semakin mendalam bila guru agama Kristen di sekolah tersebut hanya  berstatus Guru Agama Tidak Tetap (honorer). Semakin banyak tantangan yang dihadapi, baik dari segi waktu, fasilitas dan pihak-pihak dari yang beragama non Kristen yang lebih mendominasi sekolah tersebut.
Dengan memperhatikan tujuan Pendidikan Agama Kristen di atas maka pencapaian tujuan PAK tersebut semakin sulit. Perlu disadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan iman nakak baru dapat tercapai  bila tujuan Pendidikan Agama Kristen seperti yang dirumuskan oleh Calvin di atas dapat tercapai.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tergerak untuk turut bertanggung jawab dan memberi sumbangan pemikiran dalam mengatasi dan memperbaiki keadaan pelaksanaan pendidikan Agama Kristen pada kesempatan ini penulis berkeinginan untuk mengadakan penelitian tentang pengaruh guru dalam pelaksanaan pendidikan Agama Kristen dalam pertumbuhan iman anak, karena itulah penulis memilih judul skripsi ini, yaitu “PENGARUH  PENDIDIKAN AGMA KRISTEN TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN ANAK DI SDN KALISARI 07 JAKARTA”.
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan skripsi ini adalah :
Untuk memenuhi  sebagai persyaratan guna mendapatkan gelar Sarjana Theologia di STTIKAT Jakarta.
Untuk menjelaskan hakekat dan tujuan pendidikan Agama Kristen pada masa kini.
Untuk menjelaskan manfaat pelaksanaan pendidikan Agama Kristen di Sekolah khususnya untuk siswa SDN Kalisari 07.
Untuk menjelaskan manfaat pelakasanaan  pendidikan Agama Kristen Sekolah terhadap pertumbuhan iman anak di SDN Kalisari 07.
Problematika (Perumusan Makalah)
Penulis merumuskan beberapa masalah yang dianggap penting untuk diatasi karena berpengaruh pada pelakasanaan  pendidikan Agama Kristen di Gereja terhadap pertumbuhan iman anak di SDN Kalisari 07. Masalah-masalah tersebut adalah :
Sejauh mana pendidikan Agama Kristen di Sekolah mampu memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan iman anak pada saat ini.
Sejauh mana tanggung jawan sekolah dalam melaksanakan pendidikan Agama Kristen kepada anak secara bertanggung jawab dan berkualitas.
Sejauh mana peranan guru pendidikan Agama Kristen di Sekolah mewujudkan tujuan pendidikan Agama Kristen bagi para anak di Gereja.
Sejauh mana tanggung jawa orang tua dalam mendukung pelaksanaan tugas pendidikan Agama Kristen di Sekolah.  
Postulat
Dalam  penulisan skripsi ini penulis membatasi masalah yang dibahas pada pokok bahasan sejauh mana manfaat Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang dilaksanakan di Gereja terhadap pertumbuhan Iman anak di SDN Kalisari 07. Dalam skripsi ini penulis tidak dapat membahas  secara mendalam mengenai peranan orang tua (keluarga) bagi pertumbuhan iman anak. Kalaupun hal itu disinggung dalam skripsi ini hanya ada kaitannya dengan tema yang penulis angkat dalam skripsi ini.
Hipotesa
Setiap mengadakan penelitian menentukan titik awal pemikiran pergerakan untuk mendekati permasalahan.
Dalam penelitian skripsi ini, penulis menetapkan kesimpulan sementara atau hipotesa sebagai berikut “Pendidikan Agma Kristen yang telah dilaksanakan di SDN Kalisari 07 telah mempengaruhi pertumbuhan iman anak di Sekolah tersebut”. Hipotesa inilah yang menjadi arah penelitian di dalam skripsi ini. 
Metode Penelitian
Dalam metode penelitian untuk mendukung pembahasan dalam skripsi ini, penulis menggunakan 2 (dua) metode yaitu :
Metode Penelitian Perpustakaan (Library Research) yaitu mempelajari dan mendalami buku-buku referensi dan literatur  lainnya yang dapat mendukung penelitian ini.Metode Penelitian Lapangan (Field Research)
Observasi, yaitu pengamatan langsung terhadap pelaksanaan PAK bagi anak di SDN Kalisari 07.
Melakukan wawancara dengan orang-orang yang dapat dijadikan sebagai nara sumber, untuk memperoleh data konkrit dengan mengadakan pendekatan-pendekatan.
Penyebaran angket. Penyusun akan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan tertulis untuk dijawab responden untuk memperoleh pendapat di lapangan sesuai dengan yang terjadi.
Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini dilaksanakan secara sistematis untuk mencapai tujuan yang diharapkan, untuk mencapai tujuan tersebut maka penulisan skripsi ini diuraikan dan disusun berdasarkan 5 (lima) bab yaitu :
Bab I    Pendahuluan
Dalam bab ini penulis membahas tentang alas an Pemilihan Judul, Tujuan Penelitian, Problematika, Postulat, Hipotesa, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.
Bab II  Landasan Teoritis
Dalam bab ini penulis akan menuangkan data-data teoritis yang berhubungan dengan pokok-pokok penelitian. Dalam bab ini akan dibahas mengenai pengertian PAK, Hakekat PAK, Tujuan PAK, PAK di Gereja, PAK terhadap anak. PAK disekolah, peranan guru PAK disekolah Hakekat pertumbuhan iman anak yang diuraikan dalam pengertian iman, dasar iman, pentingnya iman dalam kehidupan anak, factor-faktor yang mempengaruhi iman anak.
Bab III             Sejarah dan Keberadaan Sekolah 
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang sejarah dan keberadaan Sekolah SDN Kalisari 07, minat anak belajar PAK SDN Kalisari 07, serta metodologi penelitian yang menguraikan tentang tujuan penelitian dan teknik pengolahan data, serta kendalanya.
Bab IV Hasil Penelitian
Dalam bab ini penulis mengemukakan hasil penelitian tentang manfaat Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang dilaksanakan di Sekolah SDN Kalisari 07.
Bab V  Penutup
Dalam bab ini penulis akan memberikan kesimpulan yang berupa rangkuman secara singkat dan jelas tentang semua hal yang ditulis atau dibahas dalam skripsi ini. Dalam bab ini juga akan diberikan saran-saran yang dianggap penulis perlu, baik bagi orang tua, anak, pembuat kebijakan PAK dan pelaksana PAK di lapangan, teristimewa bagi para pemimpin Gereja Tuhan yang berhubungan dengan tugas PAK bagi anak.